PENYERAGAMAN DAYA LISTRIK, UNTUNG ATAU RUGI?

Published: Minggu, 26 November 2017 dibaca 118

Sudah tau belum nih tentang isu yang lagi hangat? Isu itu mengenai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) yang tengah menggodok aturan penyederhanaan golongan pelanggan rumah tangga. Dimana dalam penyederhanaan ini  akan ada penghapusan daya 1.300 sampai 3.300 Volt Ampere (VA), sehingga nantinya golongan pelanggan rumah tangga menjadi seragam.

Kementerian ESDM dan PT PLN sendiri mengatakan penyeragaman daya listrik ini sama sekali tidak merugikan masyarakat karena penyeragaman ini tidak dikenakan tarif dan tarif per kilowatt hour (kWh) pun tetap sama tidak mengalami kenaikan.

Kebijakan ini diklaim agar masyarakat bisa menikmati daya listrik yang lebih besar, sehingga masyarakat dipastikan tidak lagi mengalami mati lampu akibat daya listriknya yang tidak mencukupi. Contohnya, jika sebelumnya masyarakat yang memiliki daya listrik 900 volt saat menggunakan barang elektronik berlebihan maka listrik mereka akan padam, lain halnya jika masyarakat melakukan peningkatan daya maka masyarakat bisa menikmati listrik dengan daya yang lebih besar tanpa harus mengalami mati listrik.

Rencana penyeragaman daya listrik ini ditanggapi berbagai macam oleh masyarakat. Sebagian masyarakat menolak dengan diadakannya program penyeragaman daya ini karena mereka menganggap dengan adanya program ini akan menambah biaya tagihan listrik mereka karena jika dilihat memang benar bahwa tarif biaya listrik akan tetap sama walaupun daya listrik dinaikkan, namun bila diperhatikan lagi apabila daya listrik ditingkatkan maka sikap pemakaian listrik masyarakat akan meningkat dan menyebabkan masyarakat menjadi konsumtif menggunakan barang elektronik yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Perilaku konsumtif inilah yang akan menambah biaya tagihan mereka karena seharusnya pemerintah mensosialisasikan gerakan hemat energi.

Sebagian masyarakat juga mengatakan bahwa lebih baik pemerintah mendistribusikan listrik yang berlebih itu ke daerah-daerah pelosok yang belum tersentuh oleh listrik sama sekali.daripada melakukan penyeragaman daya listrik yang mengakibatkan masyarakat menjadi konsumtif terhadap listrik.

Direktur utama PT PLN menargetkan penambahan daya listrik pelanggan akan selesai pada bulan Juni 2018, namun pembahasan terkait rencana ini masih harus didiskusikan bersama dengan kementerian ESDM.

Mari kita tunggu hingga bulan Juni 2018 apakah benar rencana penyeragaman ini akan benar-benar berjalan atau hanya wacana saja. Dibalik berlaku atau tidaknya rencana tersebut, masyarakat sendiri harus tetap bijak dalam penggunaan listrik dengan melakukan tindakan hemat energi.

Sumber gambar : 

https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjF_57OnNzXAhWIRY8KHU_TAlYQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fbisnis.liputan6.com%2Fread%2F3162502%2Fesdm-dan-pln-bakal-buat-polling-untuk-penyeragaman-daya-listrik&psig=AOvVaw3zoh4tceV9u5B-OQTMRCTt&ust=1511785118517781